Thursday, June 28, 2007

Perdamaian dan Keamanan Dunia Membutuhkan Manusia-manusia yang Bertakwa






Asma Ilahi As-Salâm masih menjadi rangkaian tema utama khotbah jumat dari Imam Jemaat Islam Ahmadiyah Sedunia Hadhrat Amirul Mukminin Mirza Masroor Ahmad—Khalifatul Masih V atba. minggu lalu, Jumat—tanggal 22 Juni 2007. Pemaparan khotbah beliau yang disiarkan langsung dari Mesjid Baitul Futuh London oleh Muslim Television Ahmadiyya (MTA) melalui satelit kali ini, mengetengahkan ajaran-ajaran Islam dalam menegakkan keamanan dan perdamaian di muka bumi. Untuk itu, diperlukan insan-insan yang memiliki ketakwaan yang tinggi. Dengan takwa, seseorang akan mampu memanifestasikan sifat-sifat Allah swt..

Ketakwaan mampu membawa kita kepada taufik Allah swt. untuk melakukan perbuatan baik dan memberikan kekuatan amal saleh. Ketakwaan merupakan azimat bagi manusia sebagai benteng dan penyelamat dari segala macam keburukan. Di luar ketakwaan, yang ada hanya kehancuran dan kebinasaan.

Di awal khotbah, Hudhur atba. menjelaskan bahwa di dunia ini terjadi keresahan akibat tidak adanya rasa aman dan damai dalam masyarakat. Untuk itu, diperlukan syariat atau hukum agama di dunia ini melalui perantaraan Wujud Suci Hadhrat Nabi Besar Muhammad—Rasulullah saw.. Melalui sentuhan dan teladan beliau, keamanan dan perdamaian dapat kita wujudkan.

Orang yang tidak bertakwa, cenderung memiliki pola pikir dan keinginan buruk. Sehingga, rentan terhadap konspirasi dan serangan pihak-pihak penentang Islam. Selama kita mempertahankan ketakwaan, kita pasti bisa meneruskan misi-misi dakwah ilallah terkait rasa aman dan damai yang Islam usung di seluruh dunia. Sehingga, jiwa-jiwa bersih dan saleh akan tertarik dan terus mengikuti kita. Mereka akan menerima Islam dan berkah-berkahnya. Jika ketakwaan memudar, rasa aman maupun damai terenggut dan terkalahkan oleh ketamakan, kebencian serta keburukan. Sehingga, umat Islam akan terus mahrum atau luput dalam meraih berkah-berkah yang telah Allah takdirkan bagi mereka yang bertakwa.

Guna memajukan dan menghidupkan kembali Islam, Allah swt. telah membangkitkan wujud seorang pecinta Hadhrat Rasulullah saw.. Dialah Sang Pendiri Suci Jemaat Ahmadiyah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad—Imam Mahdi dan Masih Mau’ud (Almasih Yang Dijanjikan) a.s.. Beliau membawa kembali kesejatian ajaran Islam sebagai warisan dan pusaka yang telah lama hilang dan mengembalikan ketakwaan ke dalam hati kita.

Kita harus bertanggung jawab dalam menyebarluaskan amanat dakwah ilallah ini ke seluruh dunia sebagai Islam yang penuh dengan rasa indah, aman, damai dan cinta. Bukan stigma Islam sebagai penyebar terror dan kekerasan.

Setelah Perang Dunia Kedua, negara-negara pemenang perang berusaha menegakkan keamanan dan perdamaian di muka bumi melalui pendirian dewan-dewan dan badan-badan dunia. Namun itu semua, Hudhur atba. nilai, bakal menemui kegagalan. Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang mereka dirikan, tak mampu menyelesaikan berbagai pertikaian. Yang ada hanya diskriminasi dan keresahan.

Melalui Alquran Surah (Ke-49) Al-Ĥujûrât ayat 14, Allah swt. telah mengajarkan langsung bahwa yang terbaik menciptakan keamanan dan perdamaian dunia dalam pandangan-Nya adalah yang bertakwa. Bukan yang memiliki Keanggotaan Tetap dan Keanggotan Tidak Tetap DK PBB. Bukan yang menerapkan dan memiliki Standar Ganda. Gagalnya DK nanti, dikarenakan kurangnya ketakwaan dan rasa takut atau cinta kepada Tuhan. Dengan ketamakan dan kesombongnya, melalui lembaga-lembaga dunia yang mereka dirikan, mereka telah menimbun harta dan memelihara kesengsaraan.

Terdapat ajaran Islam yang indah mengenai kesetaraan dan persaudaraan bahwa siapa pun dia dan darimana berasal, semua manusia sama. Karenanya, menjadi tugas Jemaat untuk menerapkan tatanan elok yang telah Hadhrat Rasulullah saw. cetuskan.

Akhir-akhir ini, banyak reaksi keras yang ditunjukkan kalangan Islam ekstrim dalam menangkal keresahan dan kekacauan akibat jahatnya konspirasi global penentangan Islam. Sampai-sampai, mereka menyatakan perang angkat senjata dan jihad suci. Akan tetapi, reaksi keras itu malah berbalik dan justru memperparah diri mereka sendiri. Memang, akibat konspirasi global tersebut, mereka—apalagi jika sebagai sebuah bangsa—diizinkan memeranginya. Namun, janganlah sampai terjadi aksi ambil untung dan mencari-cari kesempatan dari izin tersebut.

Menilik Alquran Surah ke-60 Al-Mumtaĥinah ayat 9, akan halnya orang atau pihak-pihak yang tidak memerangi, yang tidak menganiaya, yang tidak mengangkat senjata dan yang tidak ingin membunuh kita, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk memenuhi segala persyaratan adil, berbuat baik dan berlaku manis kepada mereka. Allah swt. tidak mengizinkan bersahabat dengan mereka yang memerangi kita untuk sementara. Tetapi, terhadap orang-orang yang berubah baik dan yang mencintai keamanan serta perdamaian, kita tidak diizinkan mengusik mereka.

Hudhur atba. sangat menyayangkan aksi ekstrimis Islam dalam memerangi konspirasi global. Mereka meresahkan dan mengacaukan dunia ini. Akibatnya, memberi citra buruk bagi Islam. Padahal, jelas Hudhur atba., tugas pemerintahlah dalam membuat pernyataan perang.

Dalam Surah (ke-6) Al-An’âm ayat 109, Allah swt. mengajarkan etiket dan akhlak agar kita jangan mencaci maki apa yang menjadi keimanan pemeluk keyakinan yang berbeda selain-terhadap-Allah swt.. Karena jika tidak demikian, maka mereka pun akan mencaci balik kita dan kita harus bertanggung jawab untuk hal tersebut. Ini standar sebagai gambaran Islam hakiki yang harus kita kerjakan demi tegaknya keamanan dan perdamaian dunia.

Salman Rushdie


Protes dan demo


Baru-baru ini ada reaksi keras berbagai kalangan Islam maupun ketidaksetujuan publik dan parlemen Inggris sehubungan dengan gelar kebangsawanan yang pihak monarki Inggris berikan kepada Salman Rushdie—seorang penulis novel kontroversial Satanic Verses (Ayat-ayat Setan), Selasa (16/6) lalu.

Mengutip Surah (ke-50) Qaf ayat 25 sampai 27, Hudhur atba. mengomentari, bahwa kita jangan terpancing dengan isu tersebut. Provokasi apa pun, kita jangan mengikuti perbuatan yang dapat menimbulkan keresahan dan rusaknya kedamaian dunia. Karena, pekerjaan apa pun yang telah Rushdie dan pihak-pihak lain yang bermain di belakangnya, sudah menjadi urusan Allah swt. sendiri. Allah swt. yang akan bertindak dan membuat perhitungan dengan mereka. Yang menjadi tugas kita adalah, bahwa kita harus menampilkan akhlak fadhillah Islam kepada dunia. Inilah yang dapat membungkamkan mereka. Sebagai pecinta Hadhrat Rasulullah saw., kita harus banyak-banyak berselawat untuk beliau, lebih keras dari sebelumnya guna meningkatkan kerohanian.

Atas berbagai kritik yang Salman Rushdie utarakan, Mendiang Hadhrat Khalifatul Masih IV r.h. telah memerintahkan Arshad Ahmedi Sahib untuk membalas buku Satanic Verses tersebut. Buku yang Arshad Ahmedi Sahib tulis itu berjudul “Rushdie: Haunted by his unholy ghosts” dalam bahasa Inggris. Hudhur atba. meminta kepada Jemaat untuk menerbitkan ulang buku tersebut. Buku ini harus kita sebarkan kepada orang-orang yang terpelajar.

Allah swt. memperingatkan dalam Surah (ke-5) Al-Mâ'idah ayat 9, agar kita jangan bertindak tidak adil hanya karena kebencian para penentang Islam melalui konspirasi global mereka yang jahat. Keadilan inilah yang akan mendekatkan kita kepada takwa. Standar rasa cinta dan keadilan ini pula yang Hadhrat Rasulullah saw. teladankan saat Fatah Mekkah.

Hudhur atba. berdoa, semoga saat itu segera tiba ketika para pemerintah yang beragama Islam dapat menegakkan hakikinya ajaran Islam di dunia ini. Para penguasa Muslim itu harus muncul dari orang-orang yang beriman dan yang mempercayai Hadhrat Masih Mau’ud a.s. sebagai Sang Pencinta sejati Hadhrat Rasulullah saw.. Mereka harus melaksanakan ajaran Islam, menjadi penolong dan menjadi orang-orang yang bertakwa. Untuk dapat meraih hal tersebut, maka tanggung-jawab seorang Ahmadi sekarang ini adalah: Kita harus menyibukkan diri dalam doa-doa pada setiap sujud-sujud kita.

Semoga Allah swt. menerima dan mengabulkan doa-doa kita, membuat dunia ini menjadi tempat kasih sayang bagi orang-orang yang penuh cinta kasih. Semua orang harus memiliki agama yang mempercayai dan beriman kepada Keesaan Allah swt.. Semoga Allah swt. menakdirkannya demikian. Amin.[] (MTA/Alislam.org/SAL “Serua”/PSi “Jakbar”/ASh “Kby”/LB)

-------oooOooo-------

...Beberapa link berita terkait Salman Rushdie: Di sini.

1 comment:

Sajidah said...

LINK download ebook -- http://www.alislam.org/books/rushdie/RUSHDIE_Haunted_by_his_unholy_ghosts.pdf